Tampilkan postingan dengan label Obat Alternatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat Alternatif. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2008

Beberapa Herbal Pembakar Gairah Seksual Pria

Nama Herbal : Jahe merah
Manfaat : Mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, memperkuat daya tahan sperma
Cara Penggunaan : Rimpang jahe merah secukupnya direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Tambahkan gula/madu. Minum pagi dan sore. Bisa juga dicampur ginseng, cabe jawa, dan lada hitam.

Nama Herbal : Tapak liman
Manfaat : Meningkatkan gairah pria,bersifat adaptogen (menaikkan daya tahantubuh)
Cara Penggunaan : Tiga batang tanaman beserta akarnya direbus dengan 3 gelasair sampai tersisa 2 gelas. Minum2 kali sehari.



Nama Herbal : Lengkuas merah
Manfaat : Mendongkrak gairah
Cara Pengunaan : Ambil rimpang secukupnya, direbus, diminum airnya


Nama Herbal : Daun sendok
Manfaat : Perangsang birahi (afrodisiak), bersifat adaptogen
Cara Penggunaan : Biji daun sendok secukupnya,digiling, ditambah 3 sendok madu,diminum




Nama Herbal : Pasak bumi atau tongkat ali
Manfaat : Afrodisiak
Cara Penggunaan : Akarnya direbus lalu diminum airnya




Nama Herbal : Adas
Manfaat : Bersifat tonik (penambahtenaga), mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, mencegah kemandulan, memperkuat daya hidup sperma
Cara Penggunaan : Buah adas secukupnya, direbus,airnya diminum. Atau buah digiling halus, diseduh, lalu disaring, diminum airnya


Nama Herbal : Purwaceng
Manfaat : Mengatasi lemah syahwat
Cara penggunaan : Daun 5 gram dicuci, dikeringkan,dihaluskan, seduh dengan segelas air panas, saring, lalu diminum

Sumber majalah Online AGRINA



Selasa, 08 Januari 2008

Khasiat Jahe Merah


Artikel ini saya copy dari Bursa Internet
Semoga bermanfaat bagi kita semua
Banyak informasi beredar di internet tentang khasiat jahe merah, bahkan sejumlah web site mencantumkan resep-resep pengobatan dengan menggunakan jahe merah sebagai salah satu komponen utama.

Walaupun begitu, saya tidak menyarankan anda untuk menggantungkan pengobatan anda pada jahe merah melainkan pergilah ke dokter atau ahli pengobatan lainnya (pengobatan alternatif) untuk mencari kesembuhan. Gunakan jahe merah sebagai minuman suplemen untuk menjaga kesehatan. Saya sendiri meminum jahe merah karena memang menyukai rasanya.

Jahe merah

Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var Rubra.) atau Zingiberaceae Officinale Roscoe atau Zingiberaceae Officinale Rose adalah tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. Batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat.


Kebanyakan literatur yang ditulis tentang jahe merah tercampur dengan jahe putih (jahe gajah) dan jahe kuning (jahe yang biasa dipakai untuk masakan)
Hal tersebut tidak terlalu mengherankan mengingat ketiga macam jenis jahe tersebut mempunyai nama latin yang hampir sama yaitu sama-sama diawali dengan Zingiberaceae Officinale. Selain itu, ketiga jenis jahe tersebut memiliki kandungan yang hampir sama tapi dengan konsentrasi yang berbeda.

Jahe gajah
Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.

Jahe kuning
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.

Jahe merah
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak asiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah.

Khasiat

Dalam pengobatan tradisional China
Jahe merah digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional China. Dikatakan bahwa ia adalah pengobatan Yang dan sangat mendukung limpa kecil, perut/lambung dan ginjal (terutama untuk pria dan juga diklasifikasikan sebagai aphrodisiac/zat perangsang dan pengobatan yang baik untuk impotensi)

Dalam pengobatan Arab
Jahe merah dikatakan sebagai panas dalam derajat kedua dan lembab dalam derajat kesatu. Ia menghangatkan dan mempunyai efek melembutkan perut, juga berguna bagi tubuh terhadap masalah pencernaan seperti kembung, keracunan makanan, dan sembelit.

Dalam pengobatan Barat
Jahe merah memegang peranan penting dalam dunia pengobatan Barat seperti halnya dalam dunia pengobatan Timur (China, Jepang dan India) Ia bisa digunakan sendirian atau sebagai bahan campuran dalam resep herbal dan juga dipakai sebagai "penyembuhan koreksi" terhadap efek yang tidak diinginkan dari tumbuhan lain. Telah dibuktikan dalam riset terakhir bahwa jahe merah mempunyai kandungan yang unik yang dapat membantu pengobatan lain menjadi lebih baik diterima dan diserap tubuh.

Walaupun jahe merah tidak pernah diteliti dalam pengobatan asma, menurut DR. Suwijiyo Pramono, ahli fitofarmaka dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kemungkinan rasa hangat karena kandungan minyak asiri itulah yang menyebabkan rasa lega bagi penderita asma.

“Pada dasarnya jahe merah tidak memiliki kandungan zat yang bersifat bronko splasmolitika (zat pelega saluran napas). Kemungkinan lain efek antihistamin pada jahe yang menyebabkan asma mereda,” tutur doktor fitokimia lulusan Universite Toulose Perancis itu.

Namun, bagi Anda penderita asma sekaligus maag, sebaiknya menghindari konsumsi jahe merah. “Karena gingerolnya bisa bikin lambung panas dan iritasi,” ujar dosen Fakultas Farmasi UGM ini.

Beberapa khasiat penyembuhan jahe merah yang disebutkan oleh pelbagai web site:

Migrain, pusing-pusing, melancarkan peredaran darah, memperbaiki pencernaan, perut kembung, memecah gas dalam perut, encok & pegal linu, masuk angin, influenza

Beberapa khasiat jahe merah yang masih harus dibuktikan karena tampaknya terlalu fantastis:

Viagra alami, merangsang keluarnya air susu ibu, mendorong produksi getah bening, menjaga kekebalan tubuh, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Unsur farnesal yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu mencegah proses penuaan karena merangsang regenerasi sel kulit.

Digunakan berdasarkan tradisi atau teori (informasi dari MayoClinic.com)
Di bawah ini adalah penggunaan berdasarkan tradisi atau teori sains. Kebanyakan belum diuji mendalam secara klinis terhadap manusia, sehingga keamanan dan kemanjurannya belum benar-benar terbukti. Beberapa kondisi yang disebutkan di bawah ini dapat menjadi serius dan seharusnya diperiksa oleh petugas kesehatan:

Pengobatan mabuk alkohol, menetralisir asam lambung, anti jamur, antioksidan, antiseptik, anti kejang, anti virus, obat perangsang, bengkak arthritis, asma, penyumbatan pembuluh darah, kutu air (jamur kaki), disentri bakteri, kebotakan, masalah produksi air empedu, pengencer darah, penghangat tubuh, bronchitis, pendarahan, luka bakar (diaplikasikan ke kulit), kanker, kolera, selesma, sakit perut, pereda batuk, depresi, diare, bantuan pencernaan, kehilangan selera makan, pengurangan atau pemberhentian dosis SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor: Antara lain digunakan untuk obat anti depresi), sakit mens, masalah pencernaan, kolesterol naik, infeksi jamur, perut kembung, flu, sakit kepala, infeksi Helicobacter pylori, tekanan darah tinggi, stimulan sistem kekebalan tubuh, impotensi, peningkatan penyerapan obat, peningkatan metabolisme, parasit usus, Kawasaki's disease, masalah ginjal, pencahar, masalah hati, tekanan darah rendah, migren, malaria, penahan sakit, pernapasan, gigitan ular beracun, memperlancar mens, psoriasis (dipakai di kulit), turunnya suhu tubuh akibat serotonin, mempercepat kelahiran, obat penguat, sakit perut, luka lambung, bengkak pada zakar, sakit gigi, infeksi pada sistem pernapasan bagian atas.

Selasa, 11 Desember 2007

Olahan Lidah Buaya

Duh dah lama ndak mengisi blog ini, maklum banyak kerjaan, penginnya nulis cuman bigung mau memulai, kali ini walapun masih rada males, cuapek saya coba menuliskan pengalaman dari membuat olahan lidah buaya

Mungkin banyak orang tahu yang namanya tanaman Lidah Buaya, dari namanya mungkin dah kebayang kalau tanaman ini serem, lah namanya buaya khan serem. Tapi dari nama yang serem ini tersimpan banyak kasiat dari tanaman lidah buaya ini. Tanaman lidah buaya ini banyak ditanam pada taman-taman di rumah karena bentuknya yang unik, banyak yang suka. kalau saya amati ada beberapa jenis Tanaman ini, setahu saya yang tanamannya kecil dan yang besar, kalau yang kecil ini biasanya banyak rumpunnya, tapi kalau yang besar agak jarang kita temui, biasanya daunnya kalau yang besar bisa selebar 10 cm dan panjang hampir 50 cm, ini pernah saya mendapatkannya.
Untuk tanaman yang kecil ini banyak di manfaatkan untuk shampo agar rambut menjadi tumbuh lebat, cuman tinggal petik, dibelah menjadi 2 atau diambil dagingnya saja trus di remas-remas buat keramas. Namun bagi mereka yang tidak tahan sama bau jangan sekali-sekali mencoba, karena bisa muntah-muntah, mending pakai produk yang sudah jadi, tapi kalau mau ambil khasiatnya ini yang paling bagus, semua orang pasti sudah tahu.
Kalau yang daunnya lebih besar banyak dimanfaatkan untuk dibuat olahan seperti nata de coco, ada yang sudah dijual dalam kemasan. saya akan coba ulas sedikit car mengolah tanaman ini, cara yang sederhana.

Berawal dari mencari obat alternatif untuk wasir akhirnya saya mendapatkan informasi kalau Tanaman lidah buaya ini cukup bagus untuk mengurangi wasir tersebut, selain itu dapat digunakan untuk menjaga kadar gula dalam darah, penyakit maag dan masih banyak lagi khasiat yang bisa diambil dari tanaman ini.
Karena saya belum mempunyai tanaman ini sendiri saya coba mencari ke teman dan tetangga, maklum di kampung mudah mencarinya, namun suatu saat pas ke Matahari Departemen Store, ternyata saya menemuinya disana, dan sudah menjadi komoditas dagang. Harganya sekitar 6.000 sampai 10.000 tergantung besarnya. ayo sapa yang berminat bisa bisnis baru ni.
Setelah kita dapat daun lidah buaya ini, kita potong sekitar per 10cm jadi mungkin jadi 5 potong, kemudian kita potong2 lagi 1cm atau 1,5 cm hal ini untuk memudahkan dalam mengelupas kulit yang berwarna hijau. Hilangkan kulit yang berwarna hijau ini, tinggal daging buah yang bening, biasanya kalau baru dipetik akan banyak getah/lendir yang keluar, dan agak bau.
Dari potongan memanjang tadi kita potong lagi menjadi kotak-kotak seperti nata de coco. kita cuci berulang-ulang sampai lendirnya habis, sambil diremas-remas, sebaiknya dengan air yang mengalir. Tambahkan garam dalam pencucian, mungkin 2 atau 3 kali saat membilasnya, pengalaman 5 kali sudah bersih.
Kemudian rebuslah,tunggu 15 menit selama mendidih, setelah itu angkat, untuk mengurangi bau dapat ditambahkan daun pandan, 2 atau 3 lembar.
Setelah dingin dapat di konsumsi dengan menambahkan sirup, atau yang lain sesuai selera.
Rasanya enak, kenyal, dan khasiatnya yang saya rasakan langsung adalah perut terasa enak. Selamat mencoba, semoga bermafaat.