Tampilkan postingan dengan label Tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2008

BUDIDAYA PORANG

Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam yang berupa kayu saja, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Kegiatan budidaya tersebut diperkirakan akan dapat membawa keuntungan baik dari segi ekonomis maupun dari segi ekologis, dimana kesuburan tanah akan tetap dapat dipertahankan tanpa mengubah fungsi pokoknya.
Perum Perhutani sebagai pemegang mandat dalam pengelolaan hutan di Pulau Jawa berupaya secara terus menerus untuk mensukseskan pelaksanaan PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) guna menumbuhkembangkan rasa memiliki segenap masyarakat terhadap fungsi dan manfaat Sumber Daya Hutan secara optimal dan proporsional melalui pembagian peran, tanggung jawab serta hasil produksi guna menjamin kelangsungan fungsi dan manfaat Sumber daya Hutan itu sendiri.
Banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan oleh Perhutani maupun masyarakat di sekitar hutan dalam rangka kegiataan pemanfaatan lahan di bawah tegakan tanaman pokok kehutanan yang biasanya berupa tanaman tumpangsari, antara lain dengan menanam padi, jagung, jeruk, pepaya, nanas, cabai, temu pepet, blimbing, semangka, vanili, maupun porang. Untuk kali ini yang akan kita kaji lebih dalam lagi adalah tentang budidaya porang.

Morfologi Porang
Porang, dikenal juga dengan naman Iles-Iles (Amorphophallus Onchophyllus) dan di daerah Jawa dikenal dengan nama suweg. Merupakan tumbuhan semak (herba) yang memiliki tinggi 100 – 150 cm dengan umbi yang berada di dalam tanah. Batang tegak, lunak, batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil/katak berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tanaman Porang. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter sangat tergantung umur dan kesuburan tanah. Umbi inilah yang akan dipungut hasilnya karena memiliki zat glukomanan.
Tumbuhan ini hidup di bawah naungan dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan alternatif di musim paceklik.
Umbi Porang Hasil panen ukuran 1kg
Kegunaan lain dari porang adalah untuk keperluan industri antara lain untuk mengkilapkan kain, perekat kertas, cat, kain katun, wool dan bahan imitasi yang memiliki sifat lebih baik dari amilum serta harganya yang lebih murah. Selain itu bahan ini juga dapat dipergunakan sebagai pengganti agar-agar dan gelatin sebagai bahan pembuat negative film, isolator dan seluloid karena sifatnya yang mirip selulosa. Sedangkan larutan manaan bila dicampur dengan gliserin atau natrium hidroksida bisa dibuat bahan kedap air. Disamping itu bahan manaan juga dapat dipergunakan untuk menjernihkan air dan memurnikan bagian-bagian keloid yang terapung dalam industri bir, gula, minyak dan serat.Bahan makanan yang berasal dari porang atau iles-iles ini banyak disukai oleh masyarakat Jepang berupa mie atau konyaku, maka salah satu perusahaan yang memproduksi bahan makanan yang berasal dari porang seperti PT Ambico, banyak mengekspornya ke negara matahari terbit tersebut. Tanaman porang itu sendiri dapat dipanen setelah berumur 3 tahun (3 kali pertumbuhan). Dengan perkiraan harga saat ini sekitar Rp. 800,-/Kg dalam keadaan basah. Sedangkan apabila dijual dalam bentuk irisan keripik yang kering, dapat dijual seharga Rp. 9.000,-/Kg. Apabila kita mampu menjualnya langsung ke pihak investor dari Jepang kita akan dihargai sekitar USD 18/Kg. Dalam setiap pohon dapat memanen hasil sebanyak 2 Kg umbi, dan dalam setiap hektarnya dapat diperoleh 12 ton atau sekitar 1,5 ton kering.

Konyaku, Produk olahan dari umbi porang

Pangsa pasar umbi Porang lainya antara lain :.
1. Untuk pangsa pasar dalam negeri;
umbi Porang digunakan sebagai bahan mie yang dipasarkan di swalayan, serta untuk memenuhi kebutuhan pabrik kosmetik sebagai bahan dasar.
2. Untuk pangsa pasar luar negeri; masih sangat terbuka yaitu terutama untuk tujuan Jepang, Taiwan, Korea dan beberapa negara Eropa.

Syarat Tumbuh Porang
Tanaman Porang pada umumnya dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja, namun demikian agar usaha budidaya tanaman Porang dapat berhasil dengan baik perlu diketahui hal-hal yang merupakan syarat-syarat tumbuh tanaman Porang, terutama yang menyangkut iklim dan keadaan tanahnya.

1. Keadaan Iklim
Tanaman Porang mempunyai sifat khusus yaitu mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh (tahan tempat teduh). Tanaman Porang membutuhkan cahaya maksimum hanya sampai 40%. Tanaman Porang dapat tumbuh pada ketinggian 0 - 700 M dpl. Namun yang paling bagus pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 - 600 M dpl.

2. Keadaan Tanah
Untuk hasil yang baik, tanaman Porang menghendaki tanah yang gembur/subur serta tidak becek (tergenang air). Derajat keasaman tanah yang ideal adalah antara PH 6 - 7 serta pada kondisi jenis tanah apa saja.

3. Kondisi Lingkungan
Naungan yang ideal untuk tanaman Porang adalah jenis Jati, Mahoni Sono, dan lain-lain, yang pokok ada naungan serta terhindar dari kebakaran. Tingkat kerapatan naungan minimal 40% sehingga semakin rapat semakin baik.

Perkembangbiakan Porang
Perkembangbiakan tanaman Porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Secara umum perkembangbiakan tanaman Porang dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu anatara lain:

1. Perkembangbiakan dengan Katak
Dalam 1 kg Katak berisi sekitar 100 butir katak. Katak ini pada masa panen dikumpulkan kemudian disimpan sehinggabila memasuki musim hujan bisa langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan.
2. Perkembangbiakan dengan Biji/Buah
Tanaman Porang pada setiap kurun waktu empat tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah atau biji.
Dalam satu tongkol buah bisa menghasilkan biji sampai 250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit Porang dengancara disemaikan terlebih dahulu.
3. Perkembangbiakan dengan Unbi
- Dengan umbi yang kecil, ini diperoleh dari hasil pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat sehingga perlu untuk dikurangi. Hasil pengurangan ini dikumpulkan yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bibit.
- Dengan umbi yang besar, ini dilakukan dengan cara umbi yang besar tersebut dipecah-pecah sesuai dengan selera selanjutnya ditanam pada lahan yang telah di siapkan.
Dapat kita lihat disini bahwa budidaya tanaman porang itu sendiri mempunyai prospek yang baik dan bernilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat. Sehingga dapat membantu masyarakat dalam membuka lapangan kerja serta usaha sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri.(pien)

sumber asli dr perum perhutani kph jember
-----------------------------------------------
Dari Berbagai Sumber
Koperasi Agrobisnis Sukajaya
Alamat : Jln. Raya kaliwungu boja km 1,5 protomulyo kec. kaliwungu selatan kendal 51372
Supplyer hasil pertanian,bibit dan umbi porang, bibit dan bunga rosela, kayu dan limbah kayu/ kayu bakar
Contact Person Agus Mastrianto
agusmst@gmail.com
hp.08122828965

Senin, 04 Februari 2008

Beberapa Herbal Pembakar Gairah Seksual Pria

Nama Herbal : Jahe merah
Manfaat : Mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, memperkuat daya tahan sperma
Cara Penggunaan : Rimpang jahe merah secukupnya direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Tambahkan gula/madu. Minum pagi dan sore. Bisa juga dicampur ginseng, cabe jawa, dan lada hitam.

Nama Herbal : Tapak liman
Manfaat : Meningkatkan gairah pria,bersifat adaptogen (menaikkan daya tahantubuh)
Cara Penggunaan : Tiga batang tanaman beserta akarnya direbus dengan 3 gelasair sampai tersisa 2 gelas. Minum2 kali sehari.



Nama Herbal : Lengkuas merah
Manfaat : Mendongkrak gairah
Cara Pengunaan : Ambil rimpang secukupnya, direbus, diminum airnya


Nama Herbal : Daun sendok
Manfaat : Perangsang birahi (afrodisiak), bersifat adaptogen
Cara Penggunaan : Biji daun sendok secukupnya,digiling, ditambah 3 sendok madu,diminum




Nama Herbal : Pasak bumi atau tongkat ali
Manfaat : Afrodisiak
Cara Penggunaan : Akarnya direbus lalu diminum airnya




Nama Herbal : Adas
Manfaat : Bersifat tonik (penambahtenaga), mengatasi ejakulasi dini, merangsang ereksi, mencegah kemandulan, memperkuat daya hidup sperma
Cara Penggunaan : Buah adas secukupnya, direbus,airnya diminum. Atau buah digiling halus, diseduh, lalu disaring, diminum airnya


Nama Herbal : Purwaceng
Manfaat : Mengatasi lemah syahwat
Cara penggunaan : Daun 5 gram dicuci, dikeringkan,dihaluskan, seduh dengan segelas air panas, saring, lalu diminum

Sumber majalah Online AGRINA



Selasa, 08 Januari 2008

Khasiat Jahe Merah


Artikel ini saya copy dari Bursa Internet
Semoga bermanfaat bagi kita semua
Banyak informasi beredar di internet tentang khasiat jahe merah, bahkan sejumlah web site mencantumkan resep-resep pengobatan dengan menggunakan jahe merah sebagai salah satu komponen utama.

Walaupun begitu, saya tidak menyarankan anda untuk menggantungkan pengobatan anda pada jahe merah melainkan pergilah ke dokter atau ahli pengobatan lainnya (pengobatan alternatif) untuk mencari kesembuhan. Gunakan jahe merah sebagai minuman suplemen untuk menjaga kesehatan. Saya sendiri meminum jahe merah karena memang menyukai rasanya.

Jahe merah

Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var Rubra.) atau Zingiberaceae Officinale Roscoe atau Zingiberaceae Officinale Rose adalah tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. Batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat.


Kebanyakan literatur yang ditulis tentang jahe merah tercampur dengan jahe putih (jahe gajah) dan jahe kuning (jahe yang biasa dipakai untuk masakan)
Hal tersebut tidak terlalu mengherankan mengingat ketiga macam jenis jahe tersebut mempunyai nama latin yang hampir sama yaitu sama-sama diawali dengan Zingiberaceae Officinale. Selain itu, ketiga jenis jahe tersebut memiliki kandungan yang hampir sama tapi dengan konsentrasi yang berbeda.

Jahe gajah
Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.

Jahe kuning
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.

Jahe merah
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak asiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan warna merah.

Khasiat

Dalam pengobatan tradisional China
Jahe merah digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional China. Dikatakan bahwa ia adalah pengobatan Yang dan sangat mendukung limpa kecil, perut/lambung dan ginjal (terutama untuk pria dan juga diklasifikasikan sebagai aphrodisiac/zat perangsang dan pengobatan yang baik untuk impotensi)

Dalam pengobatan Arab
Jahe merah dikatakan sebagai panas dalam derajat kedua dan lembab dalam derajat kesatu. Ia menghangatkan dan mempunyai efek melembutkan perut, juga berguna bagi tubuh terhadap masalah pencernaan seperti kembung, keracunan makanan, dan sembelit.

Dalam pengobatan Barat
Jahe merah memegang peranan penting dalam dunia pengobatan Barat seperti halnya dalam dunia pengobatan Timur (China, Jepang dan India) Ia bisa digunakan sendirian atau sebagai bahan campuran dalam resep herbal dan juga dipakai sebagai "penyembuhan koreksi" terhadap efek yang tidak diinginkan dari tumbuhan lain. Telah dibuktikan dalam riset terakhir bahwa jahe merah mempunyai kandungan yang unik yang dapat membantu pengobatan lain menjadi lebih baik diterima dan diserap tubuh.

Walaupun jahe merah tidak pernah diteliti dalam pengobatan asma, menurut DR. Suwijiyo Pramono, ahli fitofarmaka dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kemungkinan rasa hangat karena kandungan minyak asiri itulah yang menyebabkan rasa lega bagi penderita asma.

“Pada dasarnya jahe merah tidak memiliki kandungan zat yang bersifat bronko splasmolitika (zat pelega saluran napas). Kemungkinan lain efek antihistamin pada jahe yang menyebabkan asma mereda,” tutur doktor fitokimia lulusan Universite Toulose Perancis itu.

Namun, bagi Anda penderita asma sekaligus maag, sebaiknya menghindari konsumsi jahe merah. “Karena gingerolnya bisa bikin lambung panas dan iritasi,” ujar dosen Fakultas Farmasi UGM ini.

Beberapa khasiat penyembuhan jahe merah yang disebutkan oleh pelbagai web site:

Migrain, pusing-pusing, melancarkan peredaran darah, memperbaiki pencernaan, perut kembung, memecah gas dalam perut, encok & pegal linu, masuk angin, influenza

Beberapa khasiat jahe merah yang masih harus dibuktikan karena tampaknya terlalu fantastis:

Viagra alami, merangsang keluarnya air susu ibu, mendorong produksi getah bening, menjaga kekebalan tubuh, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Unsur farnesal yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu mencegah proses penuaan karena merangsang regenerasi sel kulit.

Digunakan berdasarkan tradisi atau teori (informasi dari MayoClinic.com)
Di bawah ini adalah penggunaan berdasarkan tradisi atau teori sains. Kebanyakan belum diuji mendalam secara klinis terhadap manusia, sehingga keamanan dan kemanjurannya belum benar-benar terbukti. Beberapa kondisi yang disebutkan di bawah ini dapat menjadi serius dan seharusnya diperiksa oleh petugas kesehatan:

Pengobatan mabuk alkohol, menetralisir asam lambung, anti jamur, antioksidan, antiseptik, anti kejang, anti virus, obat perangsang, bengkak arthritis, asma, penyumbatan pembuluh darah, kutu air (jamur kaki), disentri bakteri, kebotakan, masalah produksi air empedu, pengencer darah, penghangat tubuh, bronchitis, pendarahan, luka bakar (diaplikasikan ke kulit), kanker, kolera, selesma, sakit perut, pereda batuk, depresi, diare, bantuan pencernaan, kehilangan selera makan, pengurangan atau pemberhentian dosis SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor: Antara lain digunakan untuk obat anti depresi), sakit mens, masalah pencernaan, kolesterol naik, infeksi jamur, perut kembung, flu, sakit kepala, infeksi Helicobacter pylori, tekanan darah tinggi, stimulan sistem kekebalan tubuh, impotensi, peningkatan penyerapan obat, peningkatan metabolisme, parasit usus, Kawasaki's disease, masalah ginjal, pencahar, masalah hati, tekanan darah rendah, migren, malaria, penahan sakit, pernapasan, gigitan ular beracun, memperlancar mens, psoriasis (dipakai di kulit), turunnya suhu tubuh akibat serotonin, mempercepat kelahiran, obat penguat, sakit perut, luka lambung, bengkak pada zakar, sakit gigi, infeksi pada sistem pernapasan bagian atas.

Selasa, 09 Oktober 2007

Strowbery Beranak

Jangan bigung kalau judulnya Strowbery Beranak, emang bapaknya sapa ya, soalnya bigung mau kasih judul, yang intinya saya mau melanjutkan pengalaman dengan tanaman strowbery saya. Kalau dari literatur tanaman ini berkembang biak dengan biji dan tokolan atau julur. Cuman sampai sekarang yang namanya biji strowbery itu yang mana saya belum nemu, apa yang nempel di bagian luar yang kalau kita makan rada kasar itu ya. Yang saya tahu sekarang tokolannya atau julurnya.
jadi pada batang akan keluar julur yang hampir sama dengan tangkai daun atau bunga cuman panjang, dan pada ujungnya akan keluar pucuk daun atau tunas.

Dari tunas yang ada ini kita rawat, sebaiknya kita tempatkan pada media tanah,atau polibag yang sudah diberikan media, sekitar 2 minggu pada ujung tongkolnya akan keluar akarnya. anakan ini kita rawat dengan baik sampai dirasakan mampu untuk mencari makan sendiri, artinya akar-akarnya sudah banyak dan kuat, kita potong batang yang menghubungkan anakan dan indukan, jadilah kita mempunyai tanaman strowbery yang baru.
Media yang digunakan untuk menanam strowbery berdasar pengalaman saya sanagt dibutuhkan media yang sangat subur. Tanah kita campur dengan kompos dan pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1 sehingga media tampak rada berongga. sampai sekarang 1 pohon strowbery yang berumur 1 bulan sudah menghasilkan 4 buah matang, dan rasanya mak nyus.
saya akan mencoba merawat anakan yang baru saja saya pisahkan ini, apakah setelah menghasilkan tongkolan indukan akan menghasilkan tongkolan yang baru? Moga aja karena kalau kita liat umur strowbery ini panjang, namun jika kita rawat dengan benar, pastinya dia akan menghasilkan tongkolan yang baru.

Kamis, 20 September 2007

Strowbery Pot

hemm puasa-puasa begini ngomongin makanan ndak batal khan? saya mau sharing dikit dengan yang namanya tanaman strowbery, buahnya yang merah dan bentuknya yang seperti jantung ini banyak yang suka, termasuk saya, cuman jarang makan, jadi malu suka kok jarang makan, ya karena beberapa waktu yang lalu susah mendapatkan dan harganya yang cukup mahal bagi kantong saya.
Karena penasaran dengan tanaman ini pernah dulu pas piknik ke jawa barat, dimana ya tepatnya, kalau ndak salah di objek wisata Tangkuban Perahu, disana ada yang jualan strowbery dan petik sendiri, cuman sayang saat itu jarang buah yang mateng, ya ambil secukupnya saja. Tapi ada yang jual tanaman ini dalam polibag (kantong platik hitam, tebal yang khusus buat tanaman. Ya mau ndak mau tak beli dan tak bawa pulang walaupun banyak temen yang ngomel karena tanaman seprti itu kok dibawa jauh-jauh. Alhasil karena tanaman ini berasal dari daerah dingin dan daerah aku kebetulan panas, umurnya ndak panjang, kalau ndak salah cuman 1 bulan dan sempet berbuah.
Tapi jangan salah walaupun tanaman ini hanya seperti perdu dari referensi yang pernah saya baca katanya mampu berumur 2 tahun, dan kalau kondisi cocok mau berbuah terus, hebat khan. Sebelumnya dilanjutkan saya tunjukan ini buah strowbery tanaman aku, awas jangan "Ngiler" he..he..

Cuman maaf gambarnya rada kabur soalnya ambilnya sore-sore dan masalahnya lagi kameranya buat ambil macro kurang bagus, atau malah yang makai ya yang ndak bisa.
Ceritanya tanaman ini saya beli tanggal 17 agustus kemarin, pas jalan-jalan disimpang lima ndak segaja ada yang jual bibit strowbery ini.

Langsung aja mampir tanya sana sini, ternyata harga bibitnya cukup mahal yang kecil, baru daun tiga (kayak Athurium yang diitung daunnya) minta 10rb, kira-kira umur 1 bulan dan yang besar katanya dah umur 2 bulan, ya saya percaya aja. Tawar menawar akhirnya kena 7,500 saya hanya coba 1 dulu masalahnya mau luar kota takutnya ndak bisa ngerawat. Langsung bungkus, sampai dirumah di buka polibagnya, untuk saya ganti dengan pot yang lebih besar, karena belum punya polibag.

Kemarin sempat tanya-tanya polibag ukuran 20 harga 16rb isi kata penjualnya ndak tahu. Akhirnya saya pindah ke ember bekas, saya tambahkan tanah dan pupuk kandang sebagai media tamannya.
Cara memindahkan tanaman jangan sampai tanah yang ada di polibag lama pecah, atau dibuang.
- Tanaman pada Polibag disiram dulu jangan terlalu becek
- Tekan-tekan tanah, agar jadi cukup padat
- Gunting atau sobek polibagnya, pot, atau polibag yang sudah ada media tanah tadi di buat lubang.
- Masukkan tanaman dan tanah dari media yang lama ke media yang baru, tutupi dengan tanah yang baru, sambil ditekan-tekan
- Siram dengan air secukupnya.
- Letakkan pada tempat yang cukup teduh.
Kayak pak PPL aja ya. Tanaman saya ini saya taruh barengan ama tanaman hias lainnya, jadi kalau menyiram pasti ndak kelewat. Eh baru aja 1 minggu dah mulai tumbuh daun-daun baru, minggu berikutnya dah muncul bunga, jadi bangga banget, dan tiap hari pasti aku liatin.
Cuman buahnya kok lama banget ya untuk matangnya hampir 2 minggu lebih baru tampak memerah seperti gambar diatas. Seharusnya khan ini tanaman hidup di daerah sejuk, cuman ndak tahu kok mau hidup bagus di daerah aku. jadi penasaran pengin beli lagi, masih cari-cari penjualnya kapan ke daerah saya lagi, katanya dia dari daerah solo, tapi kurang jelas tepatnya, tapi saya dah tanya kontaknya tinggal kontak.
waduh PPLnya baru capek, lain waktu saya tulis lagi soal strowberi ini, kalau saya dah beli lagi, dah mau coba pembibitannya.